Kesbangpol PB Gelar Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental Di Teluk Bintuni

 Kesbangpol PB Gelar Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental Di Teluk Bintuni
BAGIKAN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LihatPapua.com ||BINTUNI~
Badan kesatuan bangsa dan politik Pemerintah Provinsi Papua Barat melakukan kengiatan Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi mental dikabupaten Teluk Bintuni, diaula Kantor urusan Agama, Distrik Bintuni, Selasa (11/10/2022)

Kabid Ideologi Wasbang dan karakter Bangsa Prov. PB. Bernard Jitmau dalam sambutannya mengatakan hidup bersama itu ialah cara bangsa indonesia yang lahir dari gerakan nasional revolusi mental sebagai kekayaan bangsa dalam keanekaragaman suku, budaya, bahasa dan daerah.

Daerah  yang tersebar luas dalam ribuan pulau perlu menyepakati suatu cara hidup bersama dalam kebhinnekaan sebagai warga negara suatu bangsa.

Salah satu carapandang cara pikir tentang diri dan lingkungan dalam mencapai tujuan bersama, yaitu gerakan nasional, revolusi mental tujuan nasional.

Cara pandang yang dimaksud bagi bangsa Indonesia ialah revolusi mental wawasan yang mengacu pada kondisi dan konstelasi geografi, sosial budaya, serta faktor kesejahteraan dan perkembangan lingkungan.

Dengan demikian, konsepsi yang terkandung didalamnya merupakan simpulan dari pengalaman masa lalu dan lingkungannya yang relevan saat ini serta valid di masa mendatang, sehingga dapat dijadikan acuan dalam melakukan interaksi antar komponen bangsa dalam hidup bersama dan berdampingan revolusi mental yang damai dan saling bermanfaat.

“Bangsa  indonesia yang sudah bernegara merupakan suatu kenyataan yang tergolong sangat unik, ternyata bangsa ini berkembang maju hingga saat ini,hal ini dimungkinkan karena ada faktor revolusi mental pendorong pengikat yang kuat”  ucap Bernard Jitmau

Konsepsi wawasan nusantara mengandung faktorfaktor dimaksud, yang bila diimplementasikan dapat memperkuat dorongan dan ikatan yang mewujudkan – gerakan nasional revolusi mental persatuan dan kesatuan bangsa, yang dijiwai rasa kekeluargaan, persaudaraan dan kebersamaan sehingga terpeliharanya kesatuan wilayah Nasional.

Kondisi yang tercipta dari ideologi pancasila, dalam revolusi mental ketahanan nasional dengan kewaspadaan serta wawasan nusantara, selanjutnya dapat dibangun dan dilaksanakan pembangunan nasional, yang memungkinkan tercapainya tujuan nasional sesuai dengan harapan bersama gerakan nasional revolusi mental, cara pandang cara berpikir tujuan Nasional

“Revolusi mental sebagai landasan Pancasila dan UUD 1945 merupakan landasan revolusi mental wawasan nusantara karena dalam pembukaan UUD 1945 tercantum pancasila yang mengandung nilai-nilai universal dan lestari dan dapat digunakan sebagai acuan rumusan, konsep, prinsip, dan cara pandang yang nusantara” kata Bernard Jitmau

Dengan demikian, wawasan nusantara merupakan perwujudan pesan-persan dalam pembukaan UUD 1945 dalam kehidupan masyarakat, berbangsa , dan bernegara, selain dari pada itu wawasan kebangsaan mengandung nilai-nilai yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang negara sebagai suatu wilayah kekuatan negara, penduduk negara sebagai potensi sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya yang melimpah.

“Gerakan Nasional revolusi mental mengandung nilai-nilai tersebut dikelompokan dalam lima pokok, yaitu gerakan indonesia melayani ,gerakan indonesia bersih ,gerakan indonesia tertib,gerakan indonesia mandiri ,gerakan indonesia bersatu sebagai penghargaan terhadap harkat dan martabat bangsa indonesia yang harus dipertahankan dan dapat ditingkatkan” jelas Bernard Jitmau

Memiliki kekuatan tekad untuk tujuan maupun cita-cita nasional, tempat mempertahankan dan memperjuangkan kepentingan nasional yang pada hakikatnya  adalah kepentingan keamanan dan kesejahteraan guna mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah, tanah air dan bangsa.

selanjutnya adalah kesepakatan tentang cara pencapaian gerakan nasional revolusi mental tujuan nasional yang merupakan himpunan nilai-nilai yang meliputi berssatu, berdaulat, adil dan makmur yang menjadi fondasi untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI.

Adapun pembahasan atas niali-nilai gerakan nasional revolusi mental wawasan kebangsaan itu diurai melalui pemahaman nilai-nilainya.

Pengertian hakekat dan prinsip serta faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap pemahaman dan bagimana memasyarakatkan pemahamannya untuk memperkokoh persatuan dan  kesatuan bangsa, oleh sebab itu memahami sungguh-sungguh gerakan nasional revolusi mental tujuan nasional berwawasan kebangsaan adalah menjadi kewajiban setiap warga negara, sehingga terbentuklah sikap moral yang kuat, guna ikut berpartisipasi dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI.

saat ini kita telah memasuki era globalisasi, transparansi dan reformasi yang sedang menguji keberadaan bangsa indonesia, tanpa disadari keadaan tersebut telah mampu menggeser nila-nilai bangsa yang selama ini terpatri kuat dan menjiwai kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

“Gerakan nasional revolusi mental nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam pancasila tidak lagi menjadi bagian yang harus dimengerti, dipahami dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, sebaliknya telah menjurus kearah kehidupan individualistik dan materialistik yang mengakibatkan semakin jauh dari nilai-nilai jati diri, kepribadian dan keimanan bangsa indonesia.”kata Bernard Jitmau

Gerakan nasional revolusi mental kecenderungan semakin memudarnya wawasan kebangsaan tercermin dari perilaku hidup yang semakin memprihatinkan,sentimen dan fanatisme suku, ras dan antar golongan semakin menonjol sehingga seringkali rentan terhadap terjadinya gesekangesekan dan konflik bernuansa “sara” diberbagai daerah.

Kondisi tersebut diperparah oleh perbuatan sebagian kelompok masyarakat yang secara sadar menjual bangsanya sendiri kepada bangsa asing dengan menguasai isu-isu HAM, demokratisasi dan lingkungan hidup untuk kepentingan sesaat, tanpa mempertimbangkan kepentingan bangsa yang lebih besar.

Sulit rasanya bagi bangsa indonesia untuk kembali bangkit dari keterpurukan saat ini ditengah deras masuknya faham asing yang bertentangan dengan faham Pancasila sehingga ancaman terjadinya disintegrasi bangsa tanpa disadari telah mengancam sendi-sendi kehidupan bangsa indonesia.

Gerakan nasional revolusi mental pancasila sebagai ideologi, falsafah, pandangan hidup dan alat pemersatu bangsa telah mampu mempersatukan keberagaman bangsa indonesia selama kurun waktu 77 tahun dalam sebuah wadah negara kesatuan republik indonesia mulai terusik keberadaannya.

“Pancasila tidak lagi menjadi bagian yang harus dipahami, dimengerti dan diamalkan oleh setiap anak bangsa terutama sejak digulirkannya era reformasi. indikasi tersebut dapat dirasakan bahwa paham kebangsaan yang telah diproklamirkan pada tanggal 17 agustus 1945 didasari perasaan senasib dan sepenanggungan, kerelaan berkorban dan semangat patriotisme tidak lagi tertanam dalam hati sanubari setiap anak bangsa sehingga membuat bangsa indonesia semakin lemah dan rentan terhadap terjadinya bentrokan-bentrokan bernuansa sara” kata Bernard Jitmau

Semangat kebangsaan dan wawasan kebangsaan yang merupakan motivasi untuk mempertahankan negara kesatuan republik indonesia semakin memudar tidak lagi terpancar dalam perilaku kehidupan bangsa sehingga keengganan membela dan mempertahankan bangsa dari berbagai kemungkinan ancaman tidak lagi menjadi tanggug jawab bersama seluruh komponen bangsa. ditambah lagi paham komunis yang dulunya merupakan bahaya latent yang harus tetap kita waspadai, kini masyarakat sudah kurang peka bahkan cenderung tidak memperdulikan lagi.

Sehingga mereka bebas mengekspresikan keberadaanya serta terbuka untuk masuk keberbagai lini melalui partai partai yang ada saat ini dan sungguh sangat memprihatin-kan kita.

Selain dari pada itu kondisi politik yang sangat lemah akibat lengsernya “kepemimpinan nasional” mengakibatkan rentannya kondisi politik bangsa indonesia saat itu, demikian juga kondisi ekonomi yang melanda bangsa indonesia yang telah membuat semakin menambah beban kehidupan masyarakat.

Namun karena beban yang dipikul semakin berat dan ada pula pihak-pihak tertentu yang dengan cara sistematis ingin menghancurkan  indonesia sebagai kedaulatan bangsa maka hal tersebut secara psikologis akan mempengaruhi kinerja baiksecara langsung maupun tidak langsung.

“Namun gerakan nasional revolusi mental dengan didukung komitmen yang jelas, tegas dan terukur, masalah wawasan kebangsaan yang berujung pada tetap tegak dan utuhnya NKRI,  bersama rakyat siap mengorbankan jiwa dan raganya guna menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI” pungkas Bernard Jitmau

Sumber: || M.S


BAGIKAN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BERITA TERKAIT

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *