HUT PPNI KE- 46, Perawat Bintuni Asah SDM BASIC Trauma dan Jantung

 HUT PPNI KE- 46, Perawat Bintuni Asah SDM BASIC Trauma dan Jantung

Peserta mengikuti pelatihan Basic Trauma and Kardiac di Gedung Aula Gereja Katolik ST. Yohanis Km 2 jl. Raya Bintuni Papua Barat, Oleh Pembawa Materi Ketua Program Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Indonesia atau LP2TK Rusmin.

BAGIKAN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BINTUNI~ LIHATPAPUA.COM ~ Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke 46 tahun 2020, Yang jatuh pada tanggal 17 Maret mendatang. Perawat Teluk Bintuni yang Tergabung dalam DPD PPNI Papua Barat menggelar Pelatihan Basic Trauma dan jantung, Guna meningkatkan Sumber Daya Manusia khususnya para Medis Perawat dan Bidan, Sekaligus bentuk Rasa tanggung Jawab Organisasi PPNI terhadap anggotanya.

Pelatihan Basic Trauma dan Jantung akan Berlangsung selama 5 hari kedepan (10- 14) maret yang Bertempat Di Gedung AULA Gereja Katolik ST. Yohanis Km 2 jl. Raya Bintuni Papua Barat. Selasa (10/3), Secara resmi di buka oleh Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Teluk Bintuni dr. Eka Suradji PhD, Turut hadir Ketua Program Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Indonesia atau LP2TK Rusmin, Sekretaris DPW PPNI Papua Barat Ns.Mikael Osok., M.Kep, dan Seluruh Tenaga Medis Perawat Dan Bidan Teluk Bintuni.

Peserta dalam Pelatihan Basic Trauma and Kardiac Life Support ini, Melibatkan Tenaga Medis Perawat dan Bidan, dengan Kwota Tenaga Medis RSUD 41 orang dan Puskesmas 26 orang. Sedangkan Tenaga Medis Lainnya yang saat ini Dalam pelayanan Dinas baik RSUD maupun Puskesmas Di minta untuk dapat menyesuaikan.

Ketua Program Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Indonesia atau LP2TK Rusmin, Menyampaikan Bahwa kegiatan Tersebut Wajib Di laksanakan dan di ikuti oleh Tenaga Medis khususnya Tenaga medis Yang bertugas di Ruang Rawat UGD, Sebab melihat Secara spesifik Di Indonesia, di Pembuluh Ke- ll setelah Jantung itu merupakan Trauma, maka dalam kurun waktu 5 tahun Tenaga medis Tersebut Harus ada akret Ilmu Karna perkembangan Ilmu itu dapat berubah kurun waktu 4 atau 5 tahun.

Sementara Sekretaris DWP PPNI Papua Barat Ns.Mikael Osok., M.Kep, Mengapresiasi Pemda setempat khususnya Bidang Tenaga Medis RSUD Teluk Bintuni, yang Telah Berupaya Meningkatkan SDM. terbukti pada hari ini tenaga Medis RSUD Bintuni Peserta Terbanyak Dalam pelatihan tersebut. Itu merupakan bukti Bahwa RSUD Bintuni konsen Dalam pengembangan SDM khususnya untuk peningkatan Skill bagi Perawatnya yang melakukan penanganan Kegawat Daruratan, Jelasnya.

Pelatihan Basic Trauma and Kardiac Life support Bagi Perawat ini, akan di laksanakan di beberapa Kab/Kota Papua Barat. Sementara yang pada saat ini, DPD PPNI kab.Teluk Bintuni merupakan daerah Ke-ll setelah Manokwari, Dan untuk Selanjutnya akan di laksanakan di DPD PPNI Maybrat, Fak-Fak dan Raja Ampat.~ (L.$)


BAGIKAN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BERITA TERKAIT

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *