Minimnya Sosialisasi Dari Pemda; Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur Melonjak Di Bintuni

 Minimnya Sosialisasi Dari Pemda; Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur Melonjak Di Bintuni
BAGIKAN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LihatPapua.com //Bintuni~ Angka kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang terjadi Di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni kini melonjak Tajam, seperti di Kutip dari data Unit Pelayanan Permpuan dan Anak (PPA) Polres Teluk Bintuni baru-baru ini berhasil mengamankan 4 kasus, Dari November akhir Tahun 2021 hingga 21 Januari 2022.

Kenaikan Kasus ini terbilang cukup Tinggi jika di bandingkan dengan Kasus Tahun Sebelumnya, Sesuai Penyelidikan Polres Teluk Bintuni Kasus tersebut Murni di luar dari pada Alkohol (MIRAS).

Kapolres Teluk Bintuni Melalui Kasat Reskrimnya Iptu Tomi Samuel Marbun S.Tr.K., Saat di koordinasi di ruang kerjanya Mengakui Dengan Lonjakan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Di Wilayah hukum Teluk Bintuni.

Iptu Tomi Samuel Marbun S.Tr.K. menurutnya, Lonjakan Kasus yang di tanganinya saat ini secara khusus Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak ini, akibat Dari perkembangan Tekhnologi, seperti pemakaian android Tanpa Batas, Pengawasan orang tua yang Minim, Minimnya pemahaman orang tua terhadap parenting hingga hingga orang tua yang belum matang, dan juga keterbatasan Sosialisasi Dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Daerah Setempat.

Mirisnya lagi, Kekerasan seksual pada Anak ini, tidak Jauh dari persaudaraan melainkan terjadi didalam keluarganya sendiri, yang seharusnya memberikan rasa Aman kepada Anak.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, di awal tahun 2022 Polres Teluk Bintuni mengamankan Kasus pelecehan seksual kepada anak di bawah umur, pelaku Bapa Tiri sendiri yang berinisial JL. Pelaku saat ini Telah di lakukan penahanan Di Polres Teluk  Bintuni sejak 2 hari yang lalu Untuk di Proses lebih Lanjut.

Tersangka JL saat ini sudah dijebloskan ketahanan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, telah melanggar Undang-ulUndang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tuntutan Maksimal 15 Tahun Penjara.

Sumber; // Manullang


BAGIKAN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BERITA TERKAIT

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *